Loading

Rabu, 06 Januari 2010

Menara Burj Dubai vs Menara Babel



Tanggal 4 Jan 2010  adalah peresmian dari Burj Dubai = Menara Dubai, gedung pecakar langit tertinggi di dunia yang memiliki ketinggian 824,55 meter. Burj Dubai memiliki ketinggian sedemikian rupa, sehingga perbedaan suhu udara antara lantai paling bawah dengan paling atas, bisa mencapai delapan derajat Celcius. Gedung ini memiliki Musholla di lantai 158. Tidak ada bangunan lainnya di kolong langit ini yang memiliki Musholla pada ketinggian seperti itu. Mungkin kalau kita berdoa disitu akan bisa merasa lebih dekat lagi dengan Sang Pencipta.


Konon kalau ada orang yang berani dan mampu memasang ujung puncak dari menara Burj Dubai; ia akan diperkenankan tinggal di apartement Burj Dubai selama hidupnya plus biaya pendidikan untuk anak-anaknya.

Sebelumnya Gedung Taipeh 101 dengan ketinggian 508 m merupakan gedung tertinggi di dunia, tetapi ironisnya lima tahun kemudian tepatnya di tahun 2010 gedung 101 ini dikalahkan oleh Burj Dubai. Perlu diketahui, bahwa lima dari Top Ten gedung bangunan tertinggi dunia berada di China.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa Burj Dubai merupakan gedung yang super relativ dimana pada saat ini tiada tandingannya. Burj Dubai bisa dilihat dengan jelas dari jarak 100 km. Burj Dubai dibangun dengan biaya AS$ 4,1 milyar atau hampir mencapai empat triliun Rp. Jadi wajarlah kalau harga beli apartemen disitu per quadrat meter AS$ 43.000 (Rp. 400 juta), walaupun sedang krisis harga apartemen di Burj Dubai tetap bisa bertahan.

Burj Dubai terdiri dari 160 lantai dengan luas total 330.00 qm. Memiliki 57 lift. Dimana diantaranya memiliki kecepatan 64 km per jam; merupakan lift tercepat di dunia. Gedung ini dibangun dalam jangka waktu lima tahun, tiga bulan dan limabelas hari oleh 12.000 buruh pendatang dari India, Pakistan maupun Indonesia dengan gaji per hari sekitar Rp. 40 ribu. Memiliki Mall terbesar didunia dengan 1.200 toko.

Pencakar langit tersebut memiliki desain berbentuk huruf Y, rancangan arsitek Adrian Smith. Bentuk huruf Y ini memakai referensi geometri Islam dengan bentuk-bentuk lengkung lancip. Hanya sayangnya Burj Dubai belum bisa mendobrak ketinggian 1 km (1.000 m), walaupun demikian dalam jangka waktu 10 tahun mendatang pasti gedung dengan ketinggian lebih dari seribu meter akan selesai dibangun. Misalnya sudah direncanakan dan akan dibangun Menara Jedah dengan ketinggian dua kali lipat lebih tinggi dari Burj Dubai (1.600 meter) oleh Biliuner Alwaleed bin Talal atau menara Silk City yang akan dibangun di Kuwait dengan ketinggian lebih dari 1.000 m.

Sudah dari sejak dahulu kala manusia itu memiliki sifat Megalomania dimana ingin selalu membangun bangunan yang besar dan tinggi. Hal ini sudah dimulai sejak dibangunnya Menara Babel. Menara ini dibangun sekitar lk 2.100 sM. Nama Babel ini diserap dari kata Ibrani = Balal yang berarti kekacauan. Kisah tentang menara Babel bukan hanya tercantum dalam Alkitab Kejadian 11:1-11 saja, tetapi juga telah terbuktikan akan keberadaannya oleh ahli arkeologi Robert Kaledewey yang menemukan sisa reruntuhannya pada tahun 1913.

Setelah itu bangsa Mesir membangun piramid Gizeh dengan ketinggian yang pada awalnya 146,6 m sekarang hanya tinggal tersisa 138,75 m. Pada tahun 1311 Katedral Lincoln di London dibangun dengan ketinggian 160 m.

Pada tahun 2004 atau saat Burj Dubai mulai dibangun, Pdt Dr. Abraham Alex Tanusaputera dari Gereja Bethany mendapatkan visi juga untuk membangun Menara Doa di Kemayoran Jakarta atau gereja tertinggi di kolong langit dengan ketinggian 558 m atau lebih tinggi dari Taipeh 101 maupun Petronas Tower. Dengan bantuan doa dan dukungan uang kolekte diharapkan bisa terkumpulkan dana sebesar 2,5 triliun Rp. untuk membiaya megaprojek ini. Hanya sayangnya visi ini rupanya hanya sekedar mimpi.

Jadi tepatlah apa yang diucapkan oleh Syeik Muhammad dari Dubai, banyak sekali pemimpin yang mengobral janji, tetapi hanya sedikit yang mampu mewujudkannya. Harus diakui, bahwa ia telah berhasil membangun gedung tertinggi, walaupun untuk mewujudkan impian tinggi ini; Dubai harus menanggung hutang tertinggi pula sebanyak 80 milyar AS Dollar.

Bagaimana kalau terjadi perang Teluk Persia lagi, atau bencana alam ataupun serangan dari teroris? Apakah Burj Dubai dapat bertahan? Entahlah.

Saya akhiri tulisan ini dengan mengutip: Yesaya 47:11 Tetapi malapetaka akan menimpa engkau, engkau tidak tahu mempergunakan jampimu terhadapnya; bencana akan jatuh atasmu, engkau tidak sanggup menampiknya dengan mempersembahkan korban; kebinasaan akan menimpa engkau dengan sekonyong-konyong, yang tidak terduga olehmu.

Tidak ada komentar:


My Stats